Fear Management : Ketakutan itu Palsu (bag.2)

 

Retreat Fear Management hari pertama

Walau hari agak-agak mendung dan sedikit gerimis, paling tidak sebelumnya pelangi telah menghibur alam dengan keindahannya.

Hari pertama retreat fear management di mulai di sebuah aula di padepokan One Earth yang di beri nama As-Salam. Termasuk saya ada sekitar tiga puluhan peserta yang siap mengikuti program, telah berkumpul di as-salam yang di terletak di tempat terbuka dengan udara segar dan bersih. Di sekitarnya di kelilingi oleh tanaman-tanaman hijau serta pohon bunga-bungaan. Jadi tidak aneh jika retreat bisa di laksanakan dengan sangat nyaman dengan udara yang bersih dan juga alami.

Acara di buka welcome speech oleh Bapak Aiu Haryadi, menyampaikan ucapan terima kasih serta sambutan kepada semua peserta. Kemudian di lanjutkan dengan materi pembahasan dan mengupas tentang pengertian FEAR, dampak FEAR, serta ketakutan-ketakuan seperti apa yang berada di dalam diri. Acara ini di pandu oleh instruktur sekaligus pembicara untuk program fear management yaitu Ibu Norma.

Di awal acara Ibu Norma mengatakan bahwa di sadari atau tidak kita telah mewarisi ketakutan-ketakutan semenjak kita kecil. Ketakutan-ketakutan itu banyak sekali bentuk dan jumlahnya, dari mulai yang bisa di deteksi dengan mudah sampai yang tersembunyi  sekalipun.

Fear (ketakutan) sangat mengendalikan hidup kita, bisa di contohkan pada sebuah kejadian yang cukup sederhana :

“Anda pernah bermimpi sangat buruk??. Tentu saja saya yakin anda pernah mengalaminya. Misalkan anda bermimpi tentang di kejar harimau atau binatang buas!”.

 

Lalu pertanyaannya?

 

Apakah binatang buas atau harimau itu ada?, apakah anda takut?

Tentu saja harimaunya tidak ada, tapi juga ada di dalam pikiran kita. Harimau itu tidak ada tapi ketakutan kita ada. Semuanya adalah permainan pikiran, namun dampaknya nyata.

Kembali kepada mimpi di atas, jika harimau itu tidak ada lalu bagaimana anda menjelaskan dampak atau akibat yang di timbulkannya?, seperti ketakutan nyata yang anda rasakan, belum lagi kondisi shock fisik seperti panik, keringat dingin, debar jantung yang kencang, nafas tersengal-sengal dan lain-lain. Jadi terbukti bahwa dampak dari ketakutan memiliki semua potensi berupa hal-hal yang negatif bagi diri anda.

Ilustrasi di atas hanya sebuah contoh kecil, masih banyak ketakutan-ketakutan lainnya yang kita alami setiap harinya. Seperti takut gagal, takut kehilangan harta, takut miskin, takut kesepian, takut ini, takut itu, sangat banyak. Padahal ketakutan-ketakutan tersebut belum tentu terjadi dan ketakutan-ketakutan tersebut merupakan proyeksi palsu yang terdapat di dalam pikiran kita sendiri. Dan sudah dapat di pastikan dampak yang di timbulkannya sangat besar untuk kehidupan anda.

Sepeti misalnya : sifat emosional yang berlebihan, frustasi tak berujung, kurang percaya diri, mudah tersinggung, mudah paranoid dalam suatu keadaan tertentu. Kemudian yang paling sering di temui adalah tingkat stress serta depresi yang berlebih semuanya itu jelas di sebabkan oleh ketakutan-ketakutan yang telah kita ciptakan atau kita undang sendiri.

Awalnya ketakutan menyerang pikiran anda, kemudian terjadi gangguan psikologis dan pada akhirnya merubuhkan sistem imunitas tubuh pada level lapisan fisik, dan dampaknya adalah anda jadi lebih mudah terserang penyakit dan akhirnya jatuh sakit. :(

Artikel selanjutnya, akan di bahas sedikit tentang bagaimana mengatasi ketakutan.

Bersambung ke …

Fear Management : Mengolah Ketakutan (bag.3)

Artikel sebelumnya …

Retreat Fear Management (bag.1)

Informasi lengkap mengenai program Fear Management  Anda bisa mengakses website www.oneearthretreat.com (Belajar Yoga Kundalini, Belajar Kamasutra dan Belajar Meditasi).

Published by

depalpiss

Digital Blogger Simple Story. Berbagi dan bercerita, blogger kecil dalam dunia blogger Indonesia ||

4 kicauan di “Fear Management : Ketakutan itu Palsu (bag.2)”

  1. Pingback: Fear Management : Mengolah Ketakutan (bag.3) | puisi, blogger Indonesia, catatan hati, belajar tutorial Hati
  2. Pingback: Retreat Fear Management (bag.1) | puisi, blogger Indonesia, catatan hati, belajar tutorial Hati

Berkicaulah bro and sis ;)