Katakan “damned” untuk Photoshop

Photoshop, siapa yang tidak kenal, sejak ia di luncurkan sebagai software pencitraan editing gambar. Si empunya Thomas Knoll, Mahasiswa dari University of Michigan, telah membawa software ini ke tingkatan level yang mumpuni.

Photoshop sampai saat ini telah sangat membantu khususnya saya yang berkecimpung di dunia design grafis dan web design.

Photoshop mempermudah pekerjaan design-mendesign. Memperlancar imajinasi tentang suatu bentuk design yang terkadang “absurd”, besanding dengan kreatifitas.

Damned Photoshop

Mungkin dari Anda, ada yang pernah mendengar cerita betapa bisa memanipulasinya hasil editan foto dengan photoshop. Mulai dari wajah yang berjerawat, bisa di buat mulus semulus wajah para model. sampai kepada “operasi foto plastik”, yang gemuk bisa kelihatan langsing.

Dan foto hasil editan tersebut di pasang dalam profil facebook, twitter ataupun sosial media yang lainnya. Kemudian perkenalan di dunia maya, saling merangsang, antara dua orang yang berinteraksi.

Apa daya, citra tipuan pada akhirnya terkuak juga. Alih-alih tidak bisa operasi plastik betulan, karena harganya yang setinggi puncak gunung. Wajah asli menampilkan gambaran yang jauh tidak sama sekali dari apa yang di tampilkan.

Hanya ada kata dalam benak :

“lho koq!, orang ini beda banget sama foto profilnya, fotonya cakep tapi kenapa aslinya begini yah??”

Ha ha ha ha.. apa daya, pencitraan sudah menjadi “ujung tombak” perkenalan. Photoshop sekali lagi menjadi “kambing hitam”. Para dokter bedah “ruang terang” dengan bantuan tool yang mumpuni di photoshop telah memainkan keahliannya bermain sulap.

Apa mau di kata!, hati ingin cepat-cepat kabur bersama badan, saat bertemu mahluk imajinasi yang tadinya cantik, bening, tampan, kurus, langsing dan cenderung mulus yang jauh dari khayalan, apess!.

Sambil terus ngeloyor, hati dan kepala tidak singkron, dan berkata…

“Damned Photoshop”.
Ada-ada saja…. jangan seperti politikus kita yang sering melakukan pencitraan!. Kalau Anda lihat menjelang kampanye, wajah-wajah mereka terpampang di jalan-jalan, di baleho-baleho, di poster-poster. Padahal itu adalah wajah-wajah palsu, yang mungkin telah di edit dengan sebuah software mungkin salah satunya photoshop.

Makanya jangan tertipu pencitraan, tampak baik di penampilan belum tentu tampak baik di dalamnya. Walaupun penampilan dan wajah itu penting, namun sepatutnya kita memperdalam ilmu membaca hati, dan bukan ilmu membaca penampilan atau wajah.

heyooo, sekali lagi katakan “damned photoshop”.

Published by

depalpiss

Digital Blogger Simple Story. Berbagi dan bercerita, blogger kecil dalam dunia blogger Indonesia ||

Berkicaulah bro and sis ;)