Manfaat tertawa secara mental dan fisik

Menyambung artikel sebelumnya, berikut adalah manfaat tertawa bagi kesehatan yang bisa Anda dapatkan dari olah raga tawa ini :

1. Tertawa satu menit saja sama dengan orang raga ringan selama dua puluh menit.

2. Tertawa dapat meningkatkan produksi hormon endorphin. Hormon endorphin merupakan zat penenang alami dalam tubuh kita yang kian mengendur ketegangan dalam syaraf yang ada di otak. Nah, kegiatan olah raga tawa ini dapat meningkatkan hormon yang penting tersebut dalam tubuh kita.

3. Tertawa dapat menurunkan tekanan stres yang melimpah yang di hadapi setiap orang, setiap harinya. Tertawa dapat mengurangi empat hormon yaitu epinefrin (adrenalin) hormon yang bisa meningkatkan laju jantung, kortisol (hormon steroid), dopac, serta hormon pertumbuhan.

4. Tertawa dapat melancarkan aliran peredaran darah, hal ini dapat memicu dan mengurangi resiko penyakit jantung dan meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Tertawa dapat meredakan ketegangan yang berlebih, saat ketenangan yang di dapat selepas olah raga tawa ini maka kreatifitas dan produktifitas akan lebih meningkat, hal ini selaras dengan motto klub tawa sendiri “Sehat Sukses Senang Sadar Selalu”.
Tentunya point-point di atas merupakan center point terpenting yang bisa di dapat dari kegiatan olah raga tawa KTCS.

Hal-hal tersebut, juga telah di sepakati oleh para dokter dan praktisi kesehatan kita bahwa kegiatan tertawa bisa mendatangkan manfaat yang begitu optimal terhadap kesehatan.

Simak juga tautan berikut tentang pendapat para dokter dan ahli tentang manfaat tertawa :

 

Tertawa adalah “Obat Terbaik” untuk Jantung Anda.

Direktur Center for Preventive Cardiology di University of Maryland Medical Center dan profesor kedokteran di University of Maryland School of Medicine Dr. Michael Miller, M.D.

Dalam sebuah artikel di website http://www.umm.edu/features/laughter.htm yang menjelaskan tentang efek dari tertawa untuk jantung.

Tertawa dapat membantu mencegah penyakit jantung, menemukan bahwa orang dengan penyakit jantung 40 persen lebih rendah untuk tertawa dalam berbagai situasi dibandingkan dengan orang pada usia yang sama tanpa penyakit jantung.

Ia belum tahu mengapa tertawa melindungi jantung, tetapi kita tahu bahwa stres mental dikaitkan dengan gangguan dari endothelium, lapisan penghalang pelindung pembuluh darah kita. Hal ini dapat menyebabkan serangkaian reaksi inflamasi yang menyebabkan lemak dan kolesterol membangun -up di arteri koroner dan akhirnya serangan jantung.

Dalam studi tersebut, peneliti membandingkan tanggapan humor dari 300 orang. Setengah dari peserta telah menderita serangan jantung atau menjalani operasi bypass arteri koroner. Yang 150 lainnya tidak memiliki penyakit jantung. Satu kuesioner memiliki serangkaian jawaban pilihan ganda untuk mengetahui seberapa banyak atau sedikit orang tertawa dalam situasi tertentu, dan yang kedua menggunakan jawaban benar atau salah untuk mengukur kemarahan dan permusuhan.

Dalam penelitiannya tersebut Dr. Miller menemukan hasil studi yang sangat signifikan bahwa :

“orang-orang dengan penyakit jantung kurang menanggapi bercanda dengan situasi kehidupan sehari-hari.” Mereka umumnya kurang tertawa, bahkan dalam situasi yang positif, dan mereka menunjukkan kemarahan dan permusuhan yang lebih.”

Di Amerika penyakit jantung tetap mejadi “pembunuh” kelas wahid, (termasuk juga Indonesia_pen). Dan Dr. Miller Menambahkan : “berolah raga, tidak merokok dan makan makanan sehat dan teratur akan mengurangi resiko penyakit jantung, dan tertawa harus di tambahkan di dalam daftar.

Ha ha ha ha,… salam tawa…

Published by

depalpiss

Digital Blogger Simple Story. Berbagi dan bercerita, blogger kecil dalam dunia blogger Indonesia ||

Berkicaulah bro and sis ;)