Kumpulan Cerpen Bromocorah

Di sadur dari potongan cerpen Bromocorah :

Sorenya, ketika mereka makan, dia berkata pada istrinya, “Aku sudah pikir-pikir, hidup kita begini tidak bisa terus. Kita tidak punya apa-apa.”

Istrinya diam, tidak berkata apa-apa.

Sebulan kemudian dia pergi ke kantor lurah, dan mencatatkan dirinya, istri dan anaknya untuk calon transmigran ke luar Jawa.

Setelah tiga bulan dia tidak juga mendapat berita, dan lurah tidak dapat memberikan penjelasan padanya, sedang beberapa kepala keluarga di kampungnya dan beberapa kampung berdekatan telah berangkat. Seorang pegawai kantor kecamatan yang di kenalnya akhirnya menunjukkan padanya bahwa ia di tolak sebagai transmigran dengan alasan, karena dia di kenal sebagai seorang … bromocorah!

Dia tidak terkejut. Dia telah menduga demikian. Sebagai telah di bayangkannya sendiri, bagi orang seperti dia, tidak ada jalan keluar. Hanya kalau masyarakatnya berubah, baru hidupnya bisa berubah.

 

Kumpulan Cerpen Karya Mochtar Lubis Bromocorah

bromocorah_cerpenKarya-karya cerpen Mochtar Lubis dengan sentuhan realistik seperti tidak ada keinginan untuk berekperimen. Tetap konsisten dengan gaya penulisan Jurnalistik. Namun buah karyanya tetap memikat kaya akan kritik-kritik sosial serta sindiran-sindiran yang tajam pada masanya.

Kumpulan cerpen dalam buku Bromocorah, berisi 12 judul cerpen dari Mochtar Lubis yang sangat kaya akan kritik sosial dan di ramu dengan gaya cerita natural dan mendebarkan, seperti dalam cerita Bromocorah, Uang, Uang, Uang, Hanya Uang, Hidup Adalah Permainan Rolet dan Gelas Yang Pecah

Sementara di kisah lainnya beliau coba bercerita tentang kegalauan hati dan pikiran seperti di dalam cerpen berjudul Abu terbakar Hangus, Hati yang Hampa, Pahlawan, Dara, Dukun dan Perburuan.

Sementara ada dua cerita yang cukup lucu dan bergaya satire yaitu di cerpen Wiski dan Rekanan. Dalam cerpen Rekanan dengan sangat halus dan jenaka bagaimana di ceritakan tentang budaya korupsi yang di lakukan dengan cara “gotong royong” dan mengandalkan nama besar seorang petinggi, yang memang satu rekanan dan ikut bermain mengeruk kekayaan negara, untuk kantong sendiri dan keluarganya.

Benar-benar sebuah kumpulan cerpen yang sangat… sangat… memikat dan layak untuk di baca dalam 12 kumpulan cerpen di buku Bromocorah … selamat membaca … 😉

Published by

depalpiss

Digital Blogger Simple Story. Berbagi dan bercerita, blogger kecil dalam dunia blogger Indonesia ||

4 kicauan di “Kumpulan Cerpen Bromocorah”

    1. sebenarnya cerpen itu semacam seni masuknya, di dalamnya ada gagasan, pemikiran dan inspirasi… cuma bentuknya di bingkai dalam fiksi… kalao fiksinya di tanggalkan, kita bisa belajar juga dari situ sebetulnya, ga cuma dari cerpen dari mana aja .. sip makasih … :) apresiasinya…

Berkicaulah bro and sis ;)