Surat Cinta Dari May Ziade kepada Kahlil Gibran, 12 Mei 1921

Dr. Jamil Jabre menulis : “Sulit dibayangkan seorang pria dan seorang wanita jatuh cinta tanpa saling mengenal atau bertemu, kecuali hanya lewat korespondensi (surat-menyurat). Akan tetapi para seniman memang punya cara hidup sendiri yang aneh, dan hanya dapat di pahami oleh mereka sendiri”.

Beliau menambahkan : “Hubungan sastra dan hubungan cinta antara Kahlil Gibran dan May Ziade bukanlah sebuah dongeng atau praduga, tetapi sebaliknya adalah sebuah fakta yang dapat di buktikan kepada umum lewat surat-surat yang di terbitkan oleh May Ziade setelah Gibran Wafat.”

Ketika Buku sayap-sayap cinta (The Broken Wings), pertama kali terbit dalam bahasa arab, Gibran mengirimkan satu jilid kepada May Ziade, seorang pengarang Wanita terkenal dari Lebanon. Gibran meminta kepada May Ziade untuk mengulasnya. Untuk itu May menulis surat sebagai berikut :

Surat Dari May Ziadah kepada Kahlil Gibran
Kairo, Mesir 12 Mei 1921

may_ziadeAku tidak setuju denganmu dalam soal perkawinan, Gibran. Aku menghormati pikiranmu dan aku memuji gagasan-mu karena aku tahu bahwa kau jujur dan setia membela semua prinsipmu yang bertujuan mulia. Aku setuju sepenuhnya denganmu tentang prinsip-prinsip dasar yang membela kebebasan kaum wanita. Kaum wanita mesti bebas sebagai mana kaum pria dalam memilih jodoh, bukan atas dorongan nasihat atau pertolongan sanak-kerabat dan tetangga, tetapi atas dasar niatnya sendiri. Setelah memilih teman hidup-nya wanita harusnya mengikatkan dirinya sepenuhnya pada tugas-tugas perkawinan yang telah di tempuhnya. Engkau menyebut ini semua sebagai “belenggu kepalsuan zaman”. Ya, aku setuju denganmu dan aku berkata bahwa ini semua memang belenggu yang kokoh; tapi ingat bahwa belenggu ini adalah ciptaan alam yang membuat wanita sebagaimana adanya sekarang ini.

Meski perhatian kaum pria telah sampai pada titik penghancuran belenggu dan adat dan tradisi, hal itu belumlah sampai pada titik penghancuran belenggu alam, karena hukum alam berada di atas segala hukum. Mengapa seorang wanita yang bersuami tidak boleh bertemu laki-laki yang di cintainya secara sembunyi-sembunyi? Karena dengan berbuat begitu ia akan mengkhianati suaminya, menodai martabat yang diterimanya dengan suka rela, dan merendahkan harga dirinya di mata masyarakat tempat ia menjadi anggotanya.

Pada saat perkawinan, wanita berjanji untuk setia, dan kesetian batin itu semua sama pentingnya dengan kesetiaan lahir. Pada saat akad pernikahan ia juga menyatakan dan menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan suaminya;dan ketika ketika ia bertemu secara sembunyi-sembunyi dengan lelaki lain, ia telah berdosa mengkhianati masyarakat, keluarga dan kewajibannya. Engkau boleh menjawab dengan : “Kewajiban itu suatu kata yang samar-samar dan sulit di rumuskan dalam banyak hal.” Dalam hal seperti ini kita perlu mengetahui “apakah keluarga itu” agar kita dapat memastikan tugas para anggotanya. Peran yang di mainkan kaum wanita dala keluarga sangatlah berat, paling rendah dan paling pahit.

Aku sendiri merasakan kepedihan dari tali temali yang mengikat kaum wanita itu – benang-benang sutera indah itu bagaikan jaring laba-laba, namun kuat bagai kawat emas. Seandainya kita biarkan Selma Karamy (Gadis Cantik dari Beirut, dalam novel Gibran Sayap-Sayap Patah), pahlawan putri dalam novelmu itu, dan semua wanita yang mirip dengannya baik perasaan maupun kecerdasan, bertemu secara sembunyi-sembunyi dengan seorang laki-laki yang jujur dan berwatak ksatria; tidakkah ini akan memberi jalan bagi setiap wanita untuk memilih seorang laki-laki lain di luar suaminya sebagai kawan, dan menemuinya secara rahasia pula? Hal ini tidak boleh terjadi, meskipun tujuan pertemuan rahasia itu untuk berdoa bersama di depan Salib Suci.

Dari Buku Potret Diri Kahlil Gibran. Disusun dan di terjemahkan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Inggris oleh Anthony R.Ferris. Di terjemahkan dari Kahlil Gibran, a Self-Portrait oleh M.Ruslan Shiddieq.
Cetakan Pertama tahun 1989

Published by

depalpiss

Digital Blogger Simple Story. Berbagi dan bercerita, blogger kecil dalam dunia blogger Indonesia ||

Berkicaulah bro and sis ;)