Surat Cinta Kahlil Gibran kepada May Ziade, tentang Si Gila

Setiap kali Gibran menerbitkan bukunya, ia mengirimkan satu jilid kepada May agar bersedia membahasnya. Ketika bukunya Pawai (The Procession) dan Si Gila (The Madman) terbit, May mengulas buku tersebut di Hilal (sebuah majalah di Mesir) dan menulis kepada Gibran sebuah surat khusus untuk mendiskusikan. Gibran menjawab surat tersebut dan mengucapkan terima kasih dan juga memujinya atas kepandaiannya, keluasan pengetahuannya serta kejujurannya.

Sementara itu ia mencoba membela diri dari persamaannya dengan Nietzche dan menyangkal beberapa gagasan yang di tulis dengan berkobar-kobar dalam Si Gila. Berikut jawaban dari Gibran kepada May, mengenai hal itu. Surat ini tanpa tanggal dan tahun.

 

Surat dari Kahlil Gibran kepada May Ziadah

May Sayang,

Percayalah, si gila itu bukan aku. Perasaan yang berkobar-kobar yang ku tuangkan lewat seorang dewasa yang telah ku ciptakan itu tidaklah mewakili perasaan sendiri. Bahasa yang ku gunakan menyatakan hasrat si gila ini sama sekali berbeda dengan bahasa yang ku gunakan jika aku duduk bercakap-cakap dengan seorang sahabat yang aku cintai dan ku hormati. Jika engkau bermaksud membuka tabir kenyataan diriku lewat tulisan-tulisanku, mengapa kau tidak menunjuk saja pada orang muda di tengah padang dengan suara yang sejuk dari serulingnya, dan bukannya pada si gila dengan teriakan-teriakan yang memuakkan itu? Engkaukan menyadari bahwa si gila itu tidak lebih dari satu mata-rantai dari sebuah rantai panjang terbuat dari logam. Aku tidak menyangkal bahwa si gila itu adalah sebuah mata-rantai terbuat dari besi kasar yang belum di poles, tetapi itu tidak berarti bahwa seluruh rantai itu kasar belaka. Tiap-tiap jiwa ada misimnya, May. Musim dinginnya tidak seperti musim-semi, musim panasnya berbeda dengan musim-gugurnya . . .

Kemudian Gibran terus memperbincangkan bukunya Tawa dan Air Mata yang dialog-dialognya di kritik dan di pertanyakan May, apa sebenarnya yang memaksa Gibran menulis karya kekanak-kanakan seperti itu. Dengan gigih Gibran menjawab:

. . . Sekarang mari kita perbincangkan Tawa dan Air Mata sejenak. Aku tidak takut mengatakan bahwa karya ini keluar sebelum Perang Dunia. Pada saat itu aku mengirimi mu satu jilid, namun tidak pernah mendengar apakah kau telah menerimanya atau tidak. Karangan-karangan dalam Tawa dan Air Mata adalah yang pertama aku tulis secara bersambung dan terbit dalam Al Muhajir enam belas tahun yang lalu. Nassib Arida (semoga Allah mengampuninya) adalah yang berjasa mengumpulkan karangan-karangan itu dan di tambah lagi dengan dua karangan yang ku tulis di Paris, kemudian menerbitkannya dalama satu buku. Waktu kecil, juga pada masa remaja ku, sebelum menulis Tawa dan Air Mata, aku memang menulis banyak prosa dan puisi yang cukup untuk beberapa jilid buku. Tapi toh aku tidak begitu gila, dan tidak akan begitu gila untuk menerbitkan itu semua.

Gibran

Dari Buku Potret Diri Kahlil Gibran. Disusun dan di terjemahkan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Inggris oleh Anthony R.Ferris. Di terjemahkan dari Kahlil Gibran, a Self-Portrait oleh M.Ruslan Shiddieq.
Cetakan Pertama tahun 1989

Published by

depalpiss

Digital Blogger Simple Story. Berbagi dan bercerita, blogger kecil dalam dunia blogger Indonesia ||

7 kicauan di “Surat Cinta Kahlil Gibran kepada May Ziade, tentang Si Gila”

    1. masih2 update koq!, tapi baru akhir2 ini aja, sempet2 berkunjang kunjung gitu! (: oh iya salam2 juga dah mampir balik kesini juga yaps!

      Ini mereka cinta LDR – namanya zaman dulu, sodMed belum ada jadi pake surat kek gini ini! :))

Berkicaulah bro and sis ;)