Surat Kahlil Gibran kepada May Ziade tentang ‘Kematian=Keberangkatan’

Surat ini di tulis Gibran kepada May Ziadah pada tahun 1928 tanpa tanggal dan bulan. Pada saat menulis surat ini May tinggal di kairo, Mesir. Pada awal surat Gibran menyebut “Aku” (simbolik), esensi dari sebuah “keberadaan”. Surat yang berisi mengenai peranan wanita yang sangat penting dalam hidup Gibran. Seperti Ibu, saudara perempuan dan teman wanita Gibran.

Gibran mengutarakan pula pada May tentang ‘nikmatnya sakit’. Serta Ia dapat menemukan kedamaian dalam sakitnya, kenikmatan yang tak ternilai.  Gibran juga sering memikirkan kerinduan akan “kematian” dan caranya memandang “kematian” yang berbeda dengan cara pandang orang lain mengenai hal itu, pada umumnya. Dan Gibran menyebutnya “Keberangkatan”.

Pada akhir suratnya Gibran menyelipkan pesan secara ‘tersirat’ bahwa ‘kabut’, -ego yang berubah menjadi ‘matahari’,-sumber cahaya ‘sesuatu’ yang ‘mencerahkan’. Berikut adalah isi surat tersebut :

 

Surat Cinta Kahlil Gibran kepada May Ziade

 

1928

 

May sayang,

Aku berhutang untuk segala yang kusebut “Aku” terhadap wanita, sejak aku kecil. Wanitalah yang membuka jendela mataku dan pintu-pintu jiwaku. Kalau saja bukan karena Ibu, saudara perempuan dan teman wanita, tentulah aku masih tidur lelap bersama orang-orang yang mencari ketenangan  dunia dalam dengkur mereka.

. . . Aku telah menemukan kesenangan dalam sakit. Kesenangan ini dengan segala pengaruhnya, berbeda dari segala kesenangan yang lain. Aku telah menemukan semacam ketentraman yang membuat aku mencintai sakitku. Orang sakit itu selamat dari persaingan manusia, tuntutan, kencan janji, pembicaraan yang ngelantur serta dering telepon. Aku telah menemukan kenikmatan yang lain lewat sakit ini yang lebih penting dan tak ternilai. Aku menemukan diriku lebih dekat kepada hal-hal yang abstrak dalam sakitku ini daripada dalam sehat. Manakala aku meletakkan kepalaku di bantal dan menutup mataku da melupakan segal urusan duniawi, aku menemukan diriku sedang melayang-layang laksana seekor burung menjelajahi lembah-lembah dan rimba raya yang tentram, yang terbungkus dalam selubung yang lembut. Aku dapatkan diriku akrab dengan mereka yang aku cintai, seraya menyeru dan bercakap dengan mereka, tetapi tanpa marah, dan dengan perasaan seperti yang mereka rasakan, dengan pikiran seperti yang mereka pikirkan. Kadang-kadang mereka meletakkan tangannya pada dahiku untuk memberkati.

. . . Aku ingin menjalani sakitku di Mesir atau di kampung halamanku, agar aku bisa dekat dengan orang-orang yang kucintai. Tahukah kau, May, bahwa setiap pagi maupun senjahari aku merasa seolah diriku berada di sebuah rumah di Kairo, bersama engkau yang duduk di depanku membacakan artikel terakhir yang belum di terbitkan.

. . . Tahukah kau, May, bahwa manakala aku memikirkan tentang Keberangkatan yang di sebut orang Kematian itu, aku merasakan kesenangan dalam memikirkan dan merindukan Keberangkatan itu. Lalu aku kembali pada diriku dan ingat bahwa ada sebuah kata yang mesti kukatakan sebelum keberangkatanku. Aku menjadi bingung di antara ketidak mampuanku dan keharusanku, lalu aku menyerah pada harapanku. Tidak, aku belum mengatakan kata itu, dan hanya asap yang keluar dari cahaya ini. Inilah yang membuat aku merasa bahwa menganggur itu lebih pahit daripada empedu. Kukatakan ini padamu, May, dan tidak kepada orang lain pun. Jika aku tidak berangkat sebelum aku mengeja dan mengucapkan kataku itu, aku akan kembali untuk mengatakan kata itu, yang kini sedang menggantung laksana awan di lazuardi hatiku.

. . . Apakah hal ini terasa asing bagimu? Sesuatu yang paling asing adalah yang paling dekat pada kebenaran yang hakiki. Dalam hasrat manusia terdapat satu tenaga kerinduan yang mampu mengubah kabut dalam diri kita menjadi matahari.

Gibran

Dari Buku Potret Diri Kahlil Gibran. Disusun dan di terjemahkan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Inggris oleh Anthony R.Ferris. Di terjemahkan dari Kahlil Gibran, a Self-Portrait oleh M.Ruslan Shiddieq.
Cetakan Pertama tahun 1989

Published by

depalpiss

Digital Blogger Simple Story. Berbagi dan bercerita, blogger kecil dalam dunia blogger Indonesia ||

4 kicauan di “Surat Kahlil Gibran kepada May Ziade tentang ‘Kematian=Keberangkatan’”

    1. @Rifka, Yap! sebenarnya atara dua nama itu ada kesimpangsiuran yang belum saya temukan! namun, saya menemukan nama aslinya adalah May May Ziade, Ziadé, Ziyada or Ziadeh. Well terima kasih sudah di ingatkan salam :)

Berkicaulah bro and sis ;)