Puisi, merangkai kata dalam air

jernih, berkilau
kulihat wajahku di dalamnya
menari bersama ikan-ikan

cemericik air hujan
mengganggu lamunanku
tentang kemegahan rasa

baru saja ku lihat senyum
anggun di balik warna putihnya
yang tembus pandang sampai ke dasar

Ia hanya ku jumpai di desa
sepuluh tahun yang lalu

di kotaku ia sudah hampir menghilang
tidak mengalir lagi, dan berwarna
coklat kehitaman di sertai bau bacin

oh, aku sangat.. sangat
merindukan airku yang bening
di mana para bidadari
tertawa riang dan
mandi di dalamnya

aku tak sanggup menjaganya
aku tak sanggup merawatnya

kadang ia hanya ku buang percuma
kadang ia hanya ku cemari limbahku

pernah ia marah, dan meluluh lantakkan
sebuah negri di sana untuk memperingatkanku

namun aku masih saja tuli
namun aku masih saja buta
tidak mendengar pesannya
tidak melihat amarahnya
yang maha agung…

 

merangkai kata dalam air
sebuah doa untuk air
sebuah rasa syukur untuk air

kata yang mengalir di dalamnya
dan akan kembali kepadanya
seperti kata dalam air…

 

Rempoa, 26 Desember 2011

Published by

depalpiss

Digital Blogger Simple Story. Berbagi dan bercerita, blogger kecil dalam dunia blogger Indonesia ||

5 kicauan di “Puisi, merangkai kata dalam air”

Berkicaulah bro and sis ;)