Pagi itu pukul 05.27am

Raniar, demikian nama panggilannya. Gadis ayu pemain seruling dalam orkestra kehidupan. Memandang berbinar ke jalan lurus di trotoar yang di laluinya. Pohon-pohon Kiara Payung di sisi kanan dan kirinya yang saling bersilang menambah suasana teduh jalan menjadi lebih syahdu. Tiupan angin menerpa lembut rambutnya yang berkibar, seolah alam memandu jalannya dengan ceria.

lanjut baca →