Sekuntum Bunga Untuk Hatimu

Cerpen : untuk internet sehat. “YUK!! STOP kebencian di Sosial Media dan internet ~ memakainya secara arif dan dewasa”

Malam yang panas. Bulir-bulir keringat menetes deras membasahi kerah bajunya. Tetapi apa boleh di kata. Seorang profesional harus tetap semangat dan bekerja sesuai potensi dirinya dan menanam rasa syukur dalam-dalam ke hati. Seraya berkata “terima kasih untuk nafas ini, sehingga aku masih di perkenakan untuk berkarya.”

lanjut baca →

Pengeluh Profesional Di MedSos, Cas Cis Cus Gitu?

Media Sosial, dari namanya jelas banget yang media untuk bersosial dan mewartakan sesuatu yang bersifat sosial.

Sosial sendiri maknanya luas banget, tapi sih menurutku pribadi secara subjektif bisa juga berarti berawal dari diri sendiri kemudian mengalir ke individu-individu lanjut lagi ke masyarakat luas dan akhirnya kembali lagi ke diri kita sendiri.

lanjut baca →

Pagi itu pukul 05.27am

Raniar, demikian nama panggilannya. Gadis ayu pemain seruling dalam orkestra kehidupan. Memandang berbinar ke jalan lurus di trotoar yang di laluinya. Pohon-pohon Kiara Payung di sisi kanan dan kirinya yang saling bersilang menambah suasana teduh jalan menjadi lebih syahdu. Tiupan angin menerpa lembut rambutnya yang berkibar, seolah alam memandu jalannya dengan ceria.

lanjut baca →

Sinopsis Novel NORA Tetralogi Dangdut 1

Membaca buah kisah dalam novel karangan Putu Wijaya NORA Tetralogi Dangdut bagian pertama, seperti merasakan ironi kehidupan yang absurd.

Cerita natural dengan sentuhan tak terduga dalam setiap lembar-lembar novel. Pembaca bagai di bawa ke alunan musik dangdut yang meliuk-liuk dengan segala kekonyolannya tanpa rencana dan tidak perlu masuk akal, tidak tertebak kemudian sisanya mengalir.

lanjut baca →