Suara Gelas Pecah

Sudut sang istri

Praaangggg!!!

“Diammmm!!!.” Katanya memerintah dan marah. Gelagar suara gelas pecah, menghantam sisi kanan lemari es. Siapa lagi pelakunya kalau bukan dia. Suamiku. Ketika suara yang memekakan telinga itu sayup-sayup berhenti, ku rasakan keheningan yang mencekam. Bukan suaranya yang kelihatan begitu menakutkan, akan tetapi ada getaran-geraran samar yang mengelayut di hati dan meninggalkan bekas-bekas luka yang menyesakkan. Tanpa ku sadari ke dua tanganku memegang mulut. Dan suami ku pergi. Seolah hilang bersama sepi yang gila itu.

lanjut baca →