Sekuntum Bunga Untuk Hatimu

Cerpen : untuk internet sehat. “YUK!! STOP kebencian di Sosial Media dan internet ~ memakainya secara arif dan dewasa”

Malam yang panas. Bulir-bulir keringat menetes deras membasahi kerah bajunya. Tetapi apa boleh di kata. Seorang profesional harus tetap semangat dan bekerja sesuai potensi dirinya dan menanam rasa syukur dalam-dalam ke hati. Seraya berkata “terima kasih untuk nafas ini, sehingga aku masih di perkenakan untuk berkarya.”

lanjut baca →

Pagi itu pukul 05.27am

Raniar, demikian nama panggilannya. Gadis ayu pemain seruling dalam orkestra kehidupan. Memandang berbinar ke jalan lurus di trotoar yang di laluinya. Pohon-pohon Kiara Payung di sisi kanan dan kirinya yang saling bersilang menambah suasana teduh jalan menjadi lebih syahdu. Tiupan angin menerpa lembut rambutnya yang berkibar, seolah alam memandu jalannya dengan ceria.

lanjut baca →