Emang Debat Bisa Bikin Hati Kita Puas?

Hello bro and sis, udah lama ngga nulis ini. Beberapa bulan belakangan memang saya mencoba fokus di pekerjaan yang lain yaitu pembuatan video tutorial seni digital manipulasi foto di youtube.com/c/NyelenehArt

Nah, sekarang ada waktu sedikit untuk menulis, saya ingin sharing tentang apa itu yang di sebut dengan ….

 

Debat

Tentunya kata “debat” bukan suatu yang aneh. Kita sering melihat, mendengar melalui televisi, radio, koran, sosial media, warung kopi atau bahkan juga kita sendiri kadang melakukannya. Dengan teman, saudara atau siapa saja.

 

Antara Egois dan Kecanduan

Ada orang yang hoby melakukan debat, kemudian secara egois terselubung menyiratkan “bahwa gue lebih hebat dari pada elo, argumen gue lebih masuk akal di banding yang elo punya”. Jangan buru-buru menghina orang tersebut, bisa jadi orang itu adalah kita sendiri. Yah kita dengan “sesosok mahluk aneh yang di sebut, egois”.

Atau sebenernya si egois ini bukan mahluk tapi memang kita sendiri, yah kita yang egois, kita yang maunya menang sendiri, kita yang sukanya bertanding, dan ketika menang kita menjadi lebih sombong dari sebelumnya kemudian ketika kalah kita menjadi kecewa dan menabur benih dendam di hati kita.

Tetapi banyak orang yang tidak menyadari hal itu dan terus tenggelam dalam perdebatan yang nggak ada akhirnya. sampai-sampai kita nagih akan perasan itu, kita ingin dan terus merasa harus terus… terus… dan tanpa henti berdebat.

Seperti mengendarai mobil tanpa rem, tiba-tiba yang terjadi kita tercebur ke dalam jurang. Jurang galau, jurang sakit hati, jurang kecanduan.

 

Berangkat dari sakit hati

Dan itulah yang membuat kita kecanduan debat. Dalam perasaan dan pikiran kita. Kita berkata seperi ini “enak aja pokoknya argumen loh harus gue kalahin”. Seandainya akal sehat kita masih mampu mencerna dan menanyakan “sebenernya apa sich yang terjadi?.” Tentunya jawabannya hal itu berasal dari sakit hati, rasa kecewa, tidak puas dan mentalitas saling menjatuhkan. Saling mengalahkan.

padahal kan kalau mau jujur, itu hal sia-sia jika di lakukan terus menerus. Memang tidak mudah mengatakan pada diri kita bahwa mungkin dia benar, pendapatnya benar dan saya salah. Sering kali kita menutupi itu dengan selubung “pembenaran”. Sehingga akhirnya adalah kekecewaan dan sakit hati yang di dapat. Dan bukannya saling pengertian.

 

Waspadalah dengan perdebatan

Kadang kala, saat hati kita berkata “cukup, saya muak dengan perdebatan, saya muak dengan sakit hati, saya muak dengan usaha yang sia-sia, yaitu berdebat tanpa menghasilkan apapun kecuali rasa ga karuan dan kesombongan pada diri kita”

Itu adalah saat-saat yang menggembirakan, di mana hati kita sudah sedikit terbuka sebenernya. Yang di perlukan setelahnya adalah kesadaran. STOP berdebat. Karena hal itu sia-sia tidak ada keindahan dari sebuah perdebatan yang di landasi dengan semangat saling mengalahkan.

Dan, kemudian jika ada orang yang mendatangi Anda untuk mulai berdebat dan memuaskan ego-nya. Anda menjadi lebih waspada. Anda mungkin secara berani dan bisa menyatakan sejujurnya pada orang tersebut apa yang benar-benar Anda rasakan.

Akan tetapi, kita harus menyadari. Sebelum kita melakukan itu, Kita harus menyembuhkan sakit hati kita akibat perdebatan-perdebatan yang sebelumnya kita pernah lakukan. Hal ini sangat penting. Sehingga kita tidak lagi tergerak oleh semangat sakit hati dan dendam, akan tetapi oleh semangat cinta yang kita miliki.

Dan kita bisa mengatakan pada orang itu, sebagai ungkapan kasih sayang antara satu manusia dengan manusia lainnya. Dan rasakanlah bahwa Anda melihat diri Anda juga di dalam diri orang yang Anda debati itu.

“Sobat pada dasarnya saya tidak lebih baik dari kamu, lalu apa yang harus kita perdebatkan. Jika itu semua hanya mendatangkan hal yang sia-sia, penyesalan dan sakit hati.”

Jadi pertanyaannya adalah : “Emang Debat Bisa Bikin Hati Kita Puas?”

Published by

depalpiss

Digital Blogger Simple Story. Berbagi dan bercerita, blogger kecil dalam dunia blogger Indonesia ||

2 kicauan di “Emang Debat Bisa Bikin Hati Kita Puas?”

Berkicaulah bro and sis ;)